Ketika aku berdiri diatas pendirianku, merevaluasi setiap nilai saat kata-kata tak cukup kuat untuk mendeskripsikan fatalitas dari sebuah ekstrimitas kesakitanku mengkhianati sebuah kepastian tanpa syarat dari naluri tentang apa yang pada waktu itu diperlukan melebihi segala-galanya, jiwaku mencoba mereduksi akal dan hatiku disaat waktu telah dengan mudah membelokkan aku kesana dan kemari, namun ketika sebuah perasaan halus akan jarak telah mengelakkan aku dari sebuah justifikasi atas sebuah perasaan paling bersalah terhadap diriku sendiri, aku sadari sebuah penebusan dari setiap hal antara aku dan engkau dan pada setiap refleksi tentang lakuku dalam menaiki setiap inci kehidupan.
aku tak membutuhkan apa-apa bahkan kata-kata untuk diejawantahkan sekalipun !, kebisuan kita telah berbicara begitu banyak tentang banyak hal, bahkan disaat aku berada pada jalan yang salah engkau masih tetap merengkuhku mengalir didalam darahmu, dan disaat aku hanya diam tatkala mengakui sejenak pengabaian atas diriku sendiri.
dan ketika keyakinanku mengalami difusi dari rasa dan logika atas risalah masa lalu, rencana dan harapan serta sebuah keputusan dari realitas yang kuhadapi ketika aku mencoba untuk lebih dekat dengan diriku sendiri, tatapan matamu telah bercerita begitu panjang tentang segala rahasia, tentang keajaiban dan anugerah yang sudah sepatutnya aku syukuri.
dan kini aku hanya ingin menegaskan walaupun aku telah secara diam-diam mengikutimu dengan rasa bangga, haru, dan dengan perasaan penyesalan akan kesalahanku selama ini... aku hanya ingin menyatakan bahwa aku tak membutuhkan apapun, kecuali nafasmu yang akan kujadikan sebagai penuntun .



0 komentar:
Posting Komentar