Senin, 27 Agustus 2007

Tribute tidak untuk sebuah apapun...

Bawa aku pada sebuah kesunyian, biarkan aku melihat dengan jelas sebuah perpisahan dan pengkhianatan, diantara kerapuhan ini ada ketidakmampuan didalam keangkuhanku untuk memaafkan sebuah kesalahan.

Oh Tuhan... Kurasa aku buta, aku telah melihat banyak warna tapi tak satupun yang kudeskripsikan dengan benar dan sejenak sepertinya aku menyaksikan hidup ini melebur hanya dalam sebentuk warna yang bias menyilaukanku dan mataku tak mampu menerjemahkan setiap objek ketika aku telah mendapatinya didalam sebuah degradasi makna, saat mereka telah menggoreskannya diatas setiap lembaran hidup ini.

Sendiri disini, lagi-lagi sahabat hanya diriku sendiri yang mencoba untuk memahami keraguan yang selalu menghantui setiap detik yang berlalu -getir-, bawa aku pada kematian sebuah mimpi, biarkan aku membunuh sebuah kejujuran agar aku bisa terbangun, membuka mata yang terpejam untuk kembali mencari kepingan warna yang hilang dan memastikan bahwa semua ini memang begitu berwarna, agar aku bisa menempatkannya kembali dengan bijaksana didalam hidupku, ketika logika tak mampu lagi menjelaskannya biarkan hati ini yang memegang peranan umtuk melihat, menyaksikan dan menilai cerita yang telah terlukis didalam kehidupan yang tak terlepas dari peran-Mu, saat mereka telah begitu banyak bicara dengan kata-kata yang telah menikam dirinya sendiri, saat mereka telah menempatkan hidup kedalam pilihan-pilihan yang fana bukannya sebuah keputusan besar yang nantinya diperhitungkan...
Oh Tuhan..., Mungkin aku buta, tapi ijinkan aku menafsirkan, disaat mereka telah melibatkanku kedalam kontradiksi, mengguncang ketabahanku, dan lalu menghempaskanku dan karena itu aku tak tahu apakah aku harus mendendam?, apakah aku harus membenci?, apakah aku harus marah?, haruskah aku berterima kasih atau justru aku harus iba?, sungguh aku tak tahu bagaimana harus menyikapinya disaat aku telah melihat diriku sendiri menjadi bagian dari warna yang begitu samar, mungkin lebih baik aku menyingkir (meski ku tahu itu takkan menyelesaikan semua) ataukah lebih baik aku terdiam ?... mungkin lebih baik aku menyingkir dan terdiam agar kata-kata tak ikut membunuhku... Sampai aku berada disini mencoba untuk renungkan tentang kita.

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More