Apa yang akan kau katakan, seandainya pada suatu hari, di suatu malam, Iblis
menyelinap ke dalam kesunyianmu yang paling dalam dan berkata padamu: Hidup
ini, sebagaimana telah kau hidupi dan sedang kau hidupi sekarang ini, harus kau
hidupi sekali lagi dan berulang-ulang tanpa batas;
Tidak akan ada sesuatupun yang baru dalam hidup itu, kecuali bahwa setiap
rasa sakit dan rasa senang, setiap pemikiran dan setiap rintihan, apa saja yang
kecil maupun besar yang tak bisa dirinci dalam hidupmu, harus kembali lagi
semua untukmu, dalam susunan dan urut-urutan yang samajuga laba-laba di sana
itu, juga cahaya bulan di antara pepohonan itu, dan juga saat ini, juga aku.
Inilah keabadian eksistensi yang menyerupa jam-pasir yang tak henti
dibolak-balik
dan kau di dalamnya
Oh..butiran debu dari segala debu-debuan!
Nah, apakah mendengar ini kau akan melemparkan dirimu ke lantai,
menggeretakkan gigi sambil mengutukiku sebagai malaikat jahat yang telah
berbicara seperti ini padamu? Atau, ini justru menjadi saat menakjubkan bagimu,
sehingga lalu kau bisa berkata: Kau adalah Tuhan, dan belum pernah aku
mendengar hal lebih kudus dari yang kau ucapkan.
Jika pemikiran seperti ini menguasai dirimu, maka pemikiran itu akan
mentransformasi dirimu, dengan tetap membiarkanmu menjadi dirimu sendiri,
bahkan jika perlu dengan menghancurkanmu.
0 komentar:
Posting Komentar