Ini bukan lagi tentang cinta..... namun, sandal jepit pembawa luka....
ketika gue menyalurkan kebiasaan gue , setelah melakukan pertempuran sengit beberapa menit yang lumayan membuat peluh gue ngalir, gue ga peduli betapa teriknya sinar matahari, diatas batuan karang dengan joran yang sesekali menekuk dan menegang gue berhasil menaklukan beberapa ekor ikan...
Sekian puluh menit telah terlampaui, ga' terasa air semakin pasang, karena panik, daripada kagak bisa balik ke daratan gue buru-buru turun dari karang tersebut, begitu juga kedua sohib gue,mereka malah sudah duluan.....
Kepanikan bertambah saat gue menyadari bahwa gue adalah orang yang terakhir yang sangat-sangat mengharapkan untuk kembali menginjakkan kaki di daratan.
dari karang tempatku berdiri gue ngeliat ada batuan karang yang lebih kecil, namun karang tersebut sudah tenggelam beberapa puluh inchi....lalu dengan keyakinan gue yang tak tergoyahkan, gue menjadikan karang tersebut sebagai batu loncatan untuk menuju ke tepian pantai.
Wusssssssss... jeburrrrrrrrr...! ! ! ! !, sepersekian detik, setelah melakukan lompatan, gaya kijang kebelet pipis... akhirnya gue berhasil mendaratkan kaki kanan gue di karang tersebut namun malang kagak kepalang, sandal.... hiks..hiks," sandal jepit gue, ga' mau diajak kompromi....!!!!", dengan posisi sedikit melintir kaki gue meleset dari sandal gue...dengan sedikit menengadah, gue berkorban.....menyelamatkan peralatan
Beberapa detik kemudian air dilaut mulai berbaur dengan warna merah..... gue ngerasa sedikit perih di bagian telapak kaki gue.... tapi itu ga' nyurutin niat gue untuk untuk terus melangkah....(tapi tetep aja gue ngeri, kebayang kalo ada ikan hiu, hiiiiiiii, bayangin aja, pas diiklan aja orang gosok gigi diatas kapal disantap begitu nikmatnya sama tuh ikan, gara2 gusinya berdarah, karena ga' pake tuh produk!!!.....), tragis.
Sesampainya di tepian, teman gue kaget ngeliat darah berceceran dibatuan kapur yang bercampur pasir putih..... kulit telapak kaki gue sobek...kena tritip (*sebutan untuk kerang yang pada umumnya menempel di batu/karang , biasanya dilaut), lukanya lumayan dalem, sampe buat jalan aja lumayan susah.
Akhirnya, karena diantara kami ga ada yang membawa peralatan P3K, jadi berdasarkan peraturan darurat sipil, teman gue harus merelakan handuk kecilnya buat membalut luka gue....
yah, mungkn ini peringatan, seharusnya gue berdoa dolo sebelum bertempur
mmfhhhh....
*NOTES:
ada beberapa hal penting yang bisa gue petik dari insiden kali ini...
- sebelum berangkat memancing sebaiknya mandi terlebih dahulu...(soalnya pas gue macing berangkatnya buru2 takut ketinggalan kapal penyebrangan ke nusakambangan, jadinya gue ga sempet mandi pagi.)
- berdoa juga yang utama
- dan gak kalah penting, gunakan alas kaki yang cocok, disesuaikan dengan medan/lokasi tempat kita memancing dengan mempertimbangkan cuaca, struktur tanah, PH air, serta kandungan COD dan BOD yang terlarut didalamnya. *akan lebih baik lagi kalo menggnakan sandal yang dipake ninja hatori, yang bisa buat jalan di atas air
,(kira-kira belinya dimana ya?) - jangan lupa perlengkapan P3K.
- ga' boleh takabur, karena dapat merugikan kesehatan.
silahkan, selama tidak merusak keanekaragaman hayati yang ada disini.



0 komentar:
Posting Komentar