Beberapa waktu yang lalu, gue sempet punya problem yang complicated banget, bisa di bilang masalah yang paling dilematik banget yang pernah gue alamin sampai saat ini, beberapa orang temen gue udah berusaha membantu, dan gue udah cukup berterima kasih. .
hmmfhhhh ! ! !, gue tau sebenernya niat temen gue baik, tapi gue tetep ga' bisa ngikutin seperti yang dia sarankan, karena ada sesuatu hal, yang dia ga ngerti......
Gue jadi inget cerita tentang Si Bocah dan kupu-kupu, ni cerita bijak yang menurut gue inspiraional banget, hhehehe (^_-)
kalo ada yang belom tau, gini ceritanya. . .
Si Bocah & Kupu-kupu
Pada suatu pagi yang cerah,seorang anak laki2 kecil berumur sekitar 6 tahun bermain di halaman depan rumahnya, ketika sedang asik bermain tiba2 lewat seekor kupu-kupu, lalu si bocah ini terkagum2 dengan makhluk yang namanya kupu2 ini, . . kupu2 terbang begitu indahnya dan sang bocah mengejarnya hingga sampai pada taman bunga, dan bocah itu menemukan lebih banyak lagi kupu2 yang berwarna-warni dan dia merasa sangat senang.
lalu karena letih bermain, si bocah tadi beristirahat dibawah pohon apel yang kebetulan ada di tempat itu, namun alangkah terkejutnya dia ketika dia melihat sesosok kepompong yang tergantung di salah satu ranting pohon apel itu.
sejenak si bocah memperhatikan kepompong itu, lalu dia mengambilnya, menaruhnya di telapak tangannya yang mungil, lalu mengamatinya, dia penasaran,dan setelah diamati ternyata kepompong itu hidup, dia merasakan sedikit gerakan di telapak tangannya. . .
dia mencoba melihat apa isi kepompong itu dengan merobek kulit kepompong itu sediki tapi alangkah lebih terkejut lagi dia, ketika apa yang dia lihat adalah sayap mungil dan keriput, lalu dia menyadari bahwa sayap itu adalah sayap kupu-kupu, makhluk yang dia senangi.
lalu karena merasa kasihan pada kupu-kupu yang masih dalam kepompong itu, dia berniat menolongnya, kepompong tersebut disembunyikannya diantara tumpukan daun yang dia buat, lalu dia bergegas pulang untuk mengambil gunting.
tak lama, lalu dia kembali mengambil kepompong itu, lalu si bocah berniat menggunting selaput tipis yang membungkus kupu2 itu, tapi tiba-tiba ada bapak2 tua datang, bapak tua tersebut bertanya kepada si bocah, "nak, apa yang kamu lakukan?", lalu si bocah menjawab, "aku ingin menolong kupu2 ini !", pak tua membalas: "bagaimana kamu menolongnya?".
"aku akan menggunting kulit kepompong ini, agar bisa segera jadi kupu kupu, dan agar kupu-kupu ini bisa terbang!" jawabnya,.
lalu si pak tua berkata pada bocah itu, bahwa niat menolong kupu2 itu dengan merobek kulit kepompong itu malah akan membuat kupu2 itu tak bisa terbang, atau malah mati, tapi si bocah tetap pada pemikirannya sendiri....
lalu mulailah dia menggunting tuh kulit kepompongnya, dengan sangat hati2, lalu dengan perlahan sayap mungil yang keriput dan kaki-kaki kecil mulai terlihat, pelan-pelan bocah itu mulai mengeluarkan kupu-kupu itu, dan akhirnya kupu2 tersebut berhasil dia keluarkan dengan selamat, lalu bocah itu sangat gembira, matanya berkaca2 karena senang telah berhasil menolong kupu2 tersebut (pikirnya)
tapi apa yang terjadi selanjutnya . . .
dia mengamati kupu2 tersebut hanya bisa berkjalan pelan, dan sesekali terguling, bocah itu berharap menolong kupu2 ini agar bisa terbang, tapi yang terjadi justru sebaliknya, kupu2 itu tetap tak bisa terbang, sayapnya masih keriput, ga' bisa mengembang seperti kupu2 lainnya, si bocah tetap memaksakan kehendaknya pada kupu2 itu, dia melemparkan kupu2 itu ke udara agar bisa terbang, sekali. . ., dua kali. . .tiga kali. . . tidak berhasil, . . . .
justru yang terjadi kupu-kupu tersebut malah diam di tanah, tak lagi merangkak, lalu si bocah tersebut memungutnya, menaruhnya di telapak tangannya sambil berbisik kepada kupu2 itu "...ayoo terbaaang ! !", kupu-kupu tetap diam, hanya kaki2 kecilnya yang bergetar sedikit.... kupu-kupu itu sekarat.........
bocah itu menjadi sangat sedih . . ., dia berpikir bahwa menolong kupu2 keluar dari kepompongnya, bisa membantu kupu2 itu agar bisa cepat terbang, tapi ternyata tidak . . .
So, apa yang bisa dipetik dari cerita ini ? . . . . . . . . (^,^)



0 komentar:
Posting Komentar